( Libur telah tiba..libur telah tiba..hatiku gembira) Memang benar lagu yang telah dinyanyikan oleh Tasya semasa kanak – kanaknya dulu ini sangat cocok dengan hari – hari liburanku. Liburan yang dimulai tanggal 29 Juni 2010 ini sangat aku manfaatkan sekali. Karena di momen liburan ini selain bisa bebas dari aktifitas penatku selama kegiatan belajar mengajar di sekolah, aku juga bisa berkumpul bersama saudara – saudara beserta orang – orang terdekat yang ada di sekitarku. Meski di awal – awal hari liburanku aku hanya diam saja dirumah , tapi aku tetap senang. Soalnya aku masih bisa tetap online murah abis pake IM3. Aku bersyukur sekali dengan adanya tarif online murah dari IM3 yang sesuai dengan isi kantong para pelajar. Dengan adanya tarif murah tersebut aku dan teman – temanku sangat senang sekali. Selain itu keuntungannya bagiku dan teman – temanku adalah masih tetap bisa terjalin hubungan tanpa terganggu dengan adanya masalah biaya.
Hari demi hari semasa liburan pun berlalu. Tapi ada satu hari yang tidak akan pernah aku lupakan dan akan aku ingat selalu. Yakni tepat pada tanggal 07 Juli 2010 aku akan berangkat menuju ke Galeri Indosat Malang untuk mengikuti acara BROMO TOUR. Tak lupa hal – hal yang aku persiapkan untuk berlibur disana adalah Pakaian tebal yang akan aku gunakan selama di Bromo, Pakaian ganti, Peralatan mandi ,Obat-obatan pribadi, Kamera digital, Notebook dan peralatan tulis, penutup kepala, serta yang tak boleh ketinggalan adalah kaos tangan. Aku mengikuti acara tersebut karena aku terpilih dari salah satu the best ten academiers dari Malang dalam acara IM3 Mobile Academy 2010. Kami para academiers akan diberangkatkan dari Malang jam 01.00 dini hari (pagi) pada hari Kamis 8 Juli 2010. Tapi kenyataannya yang ada adalah kami berangkat dari Malang sekitar jam 02.30 dini hari (pagi). Hal tersebut terjadi karena ada dari salah satu anggota team Indosat Malang yang belum hadir. Akhirnya sambil menunggu kami para academiers diberangkatkan, kami pun memanfaatkan waktu luang tersebut dengan saling mengenal satu sama lain, bercengkrama, tukar menukar nomer telpon, facebook, maupun twitter. Setelah sekian lama penantian, tibalah waktunya kita untuk berangkat menuju ke Bromo. Kami berangkat kesana dengan menggunakan mobil 4WD double cabinnya Indosat dan Siluet Tour. Sambil menunggu perjalanan ke Bromo, aku pun memutuskan untuk tidur sejenak. Tapi apa daya, ternyata kondisi jalan dalam perjalanan menuju kesana sangat tidak nyaman. Di tengah – tengah perjalanan, mobil kami pun berhenti. Karena ada salah satu dari team Siluet Tour yang memberikan kami sehelai daun untuk dimakan yang katanya mengandung unsur jahe dan minyak kayu putih. Tapi mungkin ini memang jalan takdirku, setelah aku mencobanya ternyata rasanya sangat tidak enak. Bahkan aku meludahkannya dan malah membuatku merasa mual. Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanannya kembali. Setelah beberapa menit kemudian, suhu udara di sekitar mulai berubah menjadi sangat dingin. Hal itu karena kami semua hampir sampai ke gunung Bromo. Tapi di sela – sela perjalanan, mobil yang aku tumpangi ternyata terjebak kubangan pasir yang dalam dan harus memerlukan bantuan untuk mengeluarkannya. Ketika itu aku sedang menahan niatku untuk buang air kecil, karena suhu udara disana sangat dingin sekali. Ternyata salah satu academiers juga ada yang merasakan sama halnya sepertiku. Akhirnya kami berdua pun memutuskan untuk buang air kecil agak jaug dari mobil dan berbeda tempat. Memang lega yang kurasakan, tapi akibatnya aku semakin kedinginan dan sempat menggigil. Pada akhirnya mobil yang aku tumpangi berhasil untuk keluar dari kubangan yang dalam dan kami pun melanjutkan perjalanan kami kembali. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit dari tempat kubangan tadi, sampailah kita semua di gunung Bromo. Tapi kabar buruknya kita telat untuk menyaksikan matahari terbit.
Tapi kami pun tidak mengurungkan niat kami untuk tetap menuju ke atas puncak gunung Bromo. Setelah tiba di puncak, kabar buruk itu sirna entah kemana. Kabar buruk tersebut telah berubah menjadi hasil karya sang pencipta yang sangat begitu mengagumkan.
Kegiatan kami di Bromo di lanjutkan dengan menuju ke puncak kawah. Untuk menuju ke puncak kawah di butuh tenaga yang kuat serta kesabaran yang besar. Soalnya jalan untuk menuju kepuncak sangatlah jauh dan harus menempuk anak tangga yang berjumlah ratusan banyaknya. Setelah tiba diatas, kami pun beristirahat cukup lama dan mengisi waktu di atas puncak kawah dengan berfoto bersama dan bernyanyi gembira. Tak terasa waktu telah berlalu cukup lama, dan tibalah waktunya kita untuk menuju ke tempat rekreasi terakhir kita yakni di Danau Ranu Pari.
Di danau Ranu kegiatan kita adalah belajar mengenai fotografi dan menikmati keindahan alam.
Setelah itu kami harus kembali pulang ke Malang. Di perjalanan pulang kami terjebak sebuah perayaan seperti karapan sape yang ada di kampung sekitar danau Ranu Pari. Kita terjebak cukup lama tetapi dengan penantian yang sabar maka selesailah sudah masalah tersebut. Perjalanan pulang berlangsung cukup lama dan membuat perut kita semua kelaparan. Kami semua pun memutuskan untuk berhenti di salah satu rumah makan di kawasan Malang yakni Lesehan KLOEWOENG. Sesudah makan kami pun melanjutkan perjalanan pulang menuju kembali ke Galeri Indosat Malang. Setalah tiba, kami pun para academiers duduk bersama dan berbincang – bincang serta bercanda bersama. Kami para academiers berjanji tidak akan melupakan momen terindah dalam hidup kami semua ini. Dan sepakat bahwa hari ini bukanlah hari terakhir untuk kita berkumpul bersama. Sedih memang tapi inilah jalannya. Kami semua pun pulang menuju kerumah masing – masing dan kembali menjali kegiatan seperti biasanya. Dalam hati aku sangat berterima kasih kepada IM3. Karena berkat IM3 aku bisa bertemu dengan teman – teman baru yang bisa bersahabat dengan aku. Ini merupakan momen terindah dalam hidupku !
****************